Pentingnya Asam Folat Bagi Ibu

Apa itu Asam Folat
Seorang ibu yang sedang hamil sangatlah perlu memenuhi kebutuhan gizinya, baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro. Akhir-akhir ini salah satu zat gizi mikro yang menjadi bahan pembicaraan adalah asam folat untuk ibu hamil yang sempat terpeleset menjadi asam sulfat waktu diucapkan oleh salah seorang cawapres. Untuk diketahui Asam folat sangat penting untuk dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan karena dapat membantu mencegah cacat lahir pada otak dan saraf bayi.
Asam folat sering kali diubah menjadi bentuk lain yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Salah satu bentuk yang sering digunakan dalam suplemen adalah asam folat sintetik yang dikenal sebagai asam pteroilmonoglutamat atau pteroilglutamat. bentuk sintetis dari folat yang merupakan salah satu bagian dari vitamin B, yang memiliki pengaruh baik pada kesehatan ibu hamil.dalam perkembangan otak janin dan pembentukan hemoglobin.
Asam dikenal juga dengan vitamin B kompleks berjenis B9. Dan tidak banyak yang tahu bahwa ternyata asam folat bukan hanya diberikan saat fase kehamilan saja, bahkan kebutuhan mengonsumsi vitamin ini harus terpenuhi sebelum memasuki masa hamil. Jenis vitamin tidak bisa diproduksi oleh tubuh secara natural , sehingga untuk memperolehnya didapatkan dari asupan makanan dari luar tubuh. karena peranannya yang sangat penting, menjadikan asam folat sebagai salah satu faktor utama lahirnya bayi yang sehat dan normal.
Manfaat Asam Folat
Beberapa manfaat penting dari asam folat adalah sebagai berikut :
1. Menghidarkan resiko cacat janin
Peran penting dari asam folat adalah membantu tabung saraf bayi berkembang dengan baik dan menghindarkan bayi dari risiko terkena cacat tabung saraf, seperti anensefali dan spina bifida.
Anensefali adalah kondisi di mana bayi dilahirkan tanpa otak dan tulang tengkorak. Bayi yang menderita anensefali umumnya akan meninggal setelah dilahirkan.
Sementara itu, spina bifida merupakan kelainan yang membuat bayi memiliki celah pada tulang belakang dan saraf tulang belakang. Bayi yang mengalami kondisi ini berisiko mengalami berbagai komplikasi, mulai dari kesulitan berjalan, infeksi otak dan saraf tulang belakang, masalah tumbuh kembang, hingga kecacatan permanen. Selain 2 kelainan diatas, kejadian bibir sumbing pada bayi yang baru lahir dan kelainan jantung bawaan ditenggarai salah satu penyebabnya adalah kurangnya asam folat pada sang ibu.
2. Menghidari Terjadinya Keguguran
Konsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup telah terbukti mengurangi risiko keguguran dan kelainan perkembangan janin. Keguguran, yang juga dikenal sebagai abortus spontan, adalah terminasi atau berakhirnya kehamilan secara tidak disengaja sebelum janin memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim, yaitu biasanya sebelum usia kehamilan 140 hari atau 20 minggu. . asam folat juga dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya beberapa gangguan kehamilan lain, seperti bayi lahir prematur dan gangguan pertumbuhan janin.
3. Mencegah Kejadian Anemia Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Kondisi ini sering terjadi selama kehamilan karena tubuh ibu mengalami peningkatan volume darah untuk mendukung pertumbuhan janin. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan asupan asam folat dan zat besi yang cukup. Asam folat berperan dalam produksi sel darah merah
4. Menurunkan risiko preeklamsia
Preeklamsia adalah kondisi serius yang terjadi selama kehamilan dan biasanya dimulai setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang tiba-tiba, disertai dengan tanda-tanda kerusakan organ dalam tubuh, terutama pada ginjal dan hati. Preeklamsia juga dapat mempengaruhi aliran darah ke plasenta, organ yang menyediakan nutrisi dan oksigen kepada janin selama kehamilan ditandai dengan peningkatan tekanan darah, bengkak-bengkak, dan peningkatan kadar protein dalam urine. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mendapat cukup asupan asam folat sejak trimester kedua kehamilan memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami preeklamsia. Menderita preeklamsia akan meningkatkan risiko ibu mengalami eklamsia atau kejang yang berbahaya saat hamil.
Disarankan bagi wanita yang merencanakan kehamilan atau yang sudah hamil untuk mengonsumsi suplemen asam folat setidaknya satu bulan sebelum kehamilan dan terus mengonsumsinya pada trimester pertama untuk mencegah dan berbagai risiko dan masalah kesehatan lainnya pada janin.
Bahan Makanan yang Mengandung asam folat
Konsumsi makanan yang mengandung asam folat secara teratur dapat membantu memastikan asupan asam folat yang cukup dalam diet harian. Selain itu, bagi wanita yang merencanakan kehamilan, disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat untuk memastikan kebutuhan asam folat telah terpenuhi.
Beberapa makanan yang mengandung asam folat diantaranya :
- Sayuran hijau: Bayam, kangkung, brokoli, asparagus, selada, dan kubis merupakan sumber yang baik untuk mendapatkan asam folat.
- Kacang-kacangan: Kacang polong, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang hijau adalah contoh makanan kaya asam folat.
- Buah-buahan: Jeruk, pisang, stroberi, alpukat, dan buah-buahan beri umumnya mengandung asam folat.
- Biji-bijian dan sereal yang diperkaya: Roti gandum utuh, sereal sarapan, atau produk sereal lain yang diperkaya dengan asam folat bisa menjadi pilihan yang baik.
- Hati: Hati ayam, sapi, atau produk hati yang lainnya juga mengandung asam folat.
- Produk susu: Susu, yogurt, dan keju bisa memberikan asupan asam folat meskipun tidak sebanyak pada sayuran dan sumber-sumber tumbuhan lainnya.
- Telur: Telur juga mengandung asam folat, terutama kuning telur.
