Rahasia Recovery Setelah Long Run yang Banyak Dilewatkan!

Kamu baru aja nyelesain long run 15–20 km, kaki rasanya berat, otot menjerit, dan kepala agak berdenyut. Selamat — kamu baru menantang batas tubuhmu! Tapi, tahukah kamu kalau momen setelah long run itu sama pentingnya dengan sesi larinya sendiri?
Recovery itu bukan cuma soal istirahat. Recovery adalah proses “ngasih kesempatan ke tubuh buat jadi lebih kuat dari sebelumnya.” Kalau kamu asal rebahan tanpa strategi, ya hasilnya cuma jadi capek berkepanjangan, bukan performa meningkat.
️ 1. Kenapa Recovery Setelah Long Run Itu Penting?
Setiap long run adalah stres buat tubuh. Serius.
Kamu bikin otot-otot kaki bekerja terus-menerus selama 1–2 jam, bahkan lebih. Saat itu, tubuh kehilangan glikogen (cadangan energi utama), cairan, elektrolit, dan mengalami mikrorusak di serabut otot.
Kalau kamu recovery dengan benar, mikrorusak itu justru jadi sinyal buat tubuh membangun otot yang lebih kuat, efisien, dan tahan banting.
Kalau recovery-nya asal, hasilnya bisa:
- Otot tetap nyeri berhari-hari (delayed onset muscle soreness / DOMS),
- Imun drop,
- Risiko cedera meningkat,
- Performa lari berikutnya malah jeblok.
️ 2. Nutrisi: Fondasi Recovery yang Gak Bisa Ditawar
a. Karbohidrat: Isi Ulang Tangki Energi
Setelah long run, tangki glikogen kamu udah hampir kosong. Tubuh butuh bahan bakar buat isi ulang.
Kapan waktu terbaiknya?
Dalam 30 menit pertama setelah latihan, tubuhmu berada dalam “glycogen window”, di mana kemampuan otot untuk menyerap glukosa lagi tinggi-tingginya.
Rekomendasi praktis:
- Konsumsi 1–1.2 gram karbohidrat per kg berat badan dalam 30–60 menit setelah latihan.
- Pilihan real food: nasi putih, roti gandum, kentang rebus, oatmeal, atau smoothie buah.
- Kalau mau cepat, kombinasikan karbohidrat cair seperti jus buah + madu.
Contoh: berat badanmu 60 kg → butuh 60–70 gram karbo setelah long run (setara 2 porsi nasi + pisang).
b. Protein: Rebuild & Repair
Otot yang rusak butuh bahan bangunan baru — dan itulah fungsi protein.
Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi karbohidrat + protein dalam rasio 3:1 atau 4:1 mempercepat pemulihan glikogen sekaligus memperbaiki jaringan otot.
Rekomendasi:
- Sekitar 0.25–0.4 gram protein per kg berat badan dalam 1 jam pertama.
- Contoh: berat badan 60 kg → 15–25 gram protein (setara 2 telur + segelas susu).
- Pilihan real food: susu cokelat, yogurt + buah, smoothie protein, atau ayam rebus + kentang.
c. Rehidrasi: Ganti yang Hilang
Saat long run, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit lewat keringat.
Satu indikator simpel: setiap 1 kg berat badan yang hilang = 1 liter cairan yang harus diganti.
Misal: kamu turun 1.5 kg setelah long run → butuh minimal 1.5 liter cairan selama 2–4 jam setelah latihan.
Tips Rehidrasi:
- Air putih tetap utama.
- Tambahkan elektrolit alami: air kelapa, semangka, jeruk, atau bubuk elektrolit rendah gula.
- Jangan langsung “menenggak” banyak air sekaligus — minum bertahap lebih efektif.
♀️ 3. Pendinginan & Peregangan: Jangan Skip!
Setelah long run, detak jantung masih tinggi, dan otot masih tegang.
Pendinginan selama 5–10 menit bantu transisi tubuh dari “mode kerja keras” ke “mode pemulihan”.
Lakukan hal-hal ini:
- Jalan santai 5 menit.
- Peregangan dinamis ringan di area betis, paha belakang, pinggul, dan punggung bawah.
- Gunakan foam roller untuk melepaskan otot yang kaku.
Fun fact: Peregangan ringan meningkatkan aliran darah ke otot dan membantu membuang sisa metabolit yang bikin otot terasa pegal.
4. Tidur: Recovery Termurah dan Paling Ampuh
Serius, tidur itu magic.
Saat kamu tidur, tubuh melepas hormon pertumbuhan (growth hormone) yang bertugas memperbaiki jaringan otot dan memperkuat sistem imun.
Tips tidur recovery:
- Tidur 7–9 jam semalam (dan jangan begadang habis long run).
- Kalau bisa, tambahkan power nap 20–30 menit di siang hari.
- Hindari main HP terus menjelang tidur — biarkan tubuh benar-benar “shutdown”.
5. Recovery Mental: Tubuh Kuat, Pikiran Juga Harus Sehat
Long run itu bukan cuma nguras energi fisik, tapi juga mental. Ada saat-saat di mana kamu mulai mikir: “Ngapain sih gue lari sejauh ini?”
Nah, fase setelah long run adalah waktu bagus buat reset mental.
Cara simpel:
- Jurnal singkat: tulis apa yang kamu rasakan, apa yang berjalan baik, dan apa yang bisa ditingkatkan.
- Dengerin musik santai atau meditasi ringan.
- Jangan terlalu keras sama diri sendiri kalau performa hari itu nggak sesuai ekspektasi.
Ingat: recovery mental = bagian dari latihan juga.
6. Cold Bath, Massage, dan Recovery Tools — Perlukah?
❄️ Cold bath / Ice bath
Beberapa atlet suka mandi air es setelah long run buat ngurangin inflamasi dan rasa nyeri.
Efektif? Iya, tapi tergantung individunya.
Kelebihan: bikin segar, cepat mengurangi nyeri otot.
Kekurangan: bisa menghambat adaptasi otot kalau dilakukan terlalu sering.
Gunakan ice bath hanya di sesi yang sangat berat, misalnya setelah long run > 25 km atau back-to-back session.
Massage gun & foam roller
Alat-alat ini bantu memperlancar sirkulasi darah dan mempercepat pembuangan sisa metabolit.
Gunakan 10–15 menit, fokus di area betis, paha, dan glute.
Compression gear
Kaus kaki atau celana kompresi membantu sirkulasi darah balik ke jantung lebih cepat.
Nggak wajib, tapi banyak pelari merasa lebih ringan saat pakai.
7. Recovery Meal: Saatnya Makan Beneran!
Setelah fase recovery snack, jangan lupa makan utama 2–3 jam kemudian.
Tujuannya: isi ulang energi dan dukung perbaikan otot secara penuh.
Contoh menu recovery:
Nasi + ayam panggang + tumis sayur + buah potong
Oatmeal + susu + pisang + chia seed
Salad dengan telur rebus + kentang + alpukat
Tambahkan sedikit garam laut buat bantu mengganti natrium yang hilang.
Dan yes — real food selalu lebih baik daripada suplemen.
8. Active Recovery di Hari Setelah Long Run
Besoknya, bukan berarti kamu harus rebahan seharian.
Tubuh butuh tetap bergerak untuk memperlancar aliran darah dan mempercepat pembuangan asam laktat.
Rekomendasi aktivitas:
Jalan santai 30–45 menit
Bersepeda ringan
Yoga atau stretching lembut
Prinsipnya: “move to recover”, bukan “paksakan diri”.
9. Recovery dan Life Balance
Seringkali yang bikin pelari gagal bukan karena salah latihan, tapi karena gagal recover di tengah rutinitas kerja, kuliah, dan kehidupan sosial.
Buat kamu yang gen Z — hidup itu bukan cuma soal pace dan jarak, tapi juga balance.
Tips simpel:
- Kalau lagi stres, turunkan intensitas latihan — bukan malah nambah volume.
- Makan bener, tidur cukup, dan nikmati proses.
- Recovery bukan tanda lemah, tapi tanda kamu ngerti cara jadi kuat dengan pintar.
⚡ 10. Suplemen: Perlu atau Enggak?
Kalau asupan makananmu sudah cukup, sebenarnya suplemen nggak wajib. Tapi beberapa bisa membantu, terutama kalau kamu sedang persiapan race besar.
Yang bermanfaat:
- Protein powder (whey/plant-based): buat yang susah memenuhi kebutuhan protein dari makanan.
- Elektrolit powder: bantu mencegah dehidrasi pada cuaca panas.
- Omega-3: bantu mengurangi inflamasi dan mempercepat pemulihan otot.
Hindari mengandalkan suplemen sepenuhnya. Gunakan hanya untuk melengkapi, bukan menggantikan.
Kesimpulan: Recovery Itu Skill, Bukan Sekadar Istirahat
Recovery bukan berarti pasif.
Recovery itu aktif, sadar, dan terencana. Tubuh kamu nggak cuma butuh istirahat, tapi juga nutrisi, hidrasi, tidur, gerak ringan, dan keseimbangan mental.
Ingat: kamu nggak akan bisa perform kalau nggak bisa recover.
Jadi, lain kali habis long run, jangan cuma update Strava atau IG story “#LariPagi #WorkDone”.
Tapi tambahkan satu hashtag lagi yang lebih bermakna:
#RecoverSmart #RunBetter
Sumber Bacaan & Referensi
- Burke, L. M., & Hawley, J. A. (2018). “Recovery strategies for optimal performance.” Journal of Sports Sciences.
- Jeukendrup, A. E. (2017). “Nutrition for endurance athletes: carbohydrate and protein considerations.” Sports Medicine.
- Peake, J. M., Neubauer, O., Della Gatta, P. A., & Nosaka, K. (2017). “Muscle damage and inflammation during recovery.” Journal of Applied Physiology.
- Thomas, D. T., Erdman, K. A., & Burke, L. M. (2016). “Position of the Academy of Nutrition and Dietetics: Nutrition and Athletic Performance.” JAND.
- ACSM (2022). Guidelines for Exercise Recovery and Performance Enhancement.


